11 November 2009

Crazy Journey (part 1 of 2)

Ada 2 hal yang paling saya sukai dalam perjalanan: pertama, saya suka perjalanan pada malam hari, dan kedua, kendaraan yang saya tumpangi nyaman. Pada senin malam (malam selasa) lalu, saya dan sepupu jauh saya (tellopopoh) pergi ke Sumenep dengan menggunakan sepeda bebek berwarna hitam yang ancur banget (SBBHYAB). Untungnya, mesin SBBHYAB masih bisa dikatakan bagus (walau sangat membahayakan bila dimakan), sehingga tidak terlalu mengganggu perjalanan malam itu. Dengan menggunakan kostum sarung merah, kaos hitam, dan jaket hitam plus songkok hitam (bukan nasional), saya berangkat dengan riang gembira memberantas keperawanan ke kota. Sesampainya disana, sesuai tujuan yang dituju sebelum menuju tujuan, kami langsung menuju sebuah toko hempon. yups, benar sodara-sodara, toko hempon!!!(jreeng!!!). anda tidak salah baca, sebuah toko hempon!!! (jreng jreng jreng!!!)

Penampilan saya dan sepupu jauh saya (dia pakai baju koko warna coklat muda, sarung coklat, plus kopyah nasional) rupanya mengundang ketertarikan penduduk untuk menggoda melihat kami secara teliti. Beberapa berbisik-bisik. Beberapa lagi epilepsi. Sesampainya di toko tersebut, rupanya pembeli lumayan sepi, jadi saya bisa langsung menanyakan barang yang dibutuhkan. Begini percakapan singkatnya antara saya dan Mas Yang Saya Ajak Bicara (MYSAB):

Saya (dengan gairah menggebu-gebu): mas, cari’ casing nokia n-gage. Ada?

MYSAB: hah? Apa ya mas?

Saya: anu, cari casingnya n-gage.

MYSAB: apa ya mas?

Saya: cari casingnya n-gage.

MYSAB: Hah?

Aaaaaaaaaarggh!! Rupanya penjaganya rada budek!! Maunya dilanjutkan gini aja:

SAYA MAU BELI BOM ATOM BERADIASI 10 KILOMETER. ADA?!

Tapi ga’ jadi, soalnya Noordin dah mati duluan. Jadi percakapanya berlanjut begini:

Saya: saya.cari.casing.nokia.n-gage. Ada? (dengan penekanan setiap katanya)

MYSAB: Ooo, ini mas…

Saya: saya cari’ casing mas, bukan charge mas…

MYSAB: (diam)

Saya: (diam)

Setelah sekitar 5 menitan, akhirnya saya berani menyimpulkan: Rupanya nih orang selain budek, otaknya rada lemot!! Aaaaaaaaaaarrgh!!

MYSAB: Ooo, casing mas, ini mas… (sambil menyodorkan setumpuk casing n-gage)

Saya: (misuh-misuh)

Setelah selesai melihat casingnya (yang rupanya ga’ ada yang cocok), saya langsung ngajak sepupu jauh saya untuk segera meninggalkan toko. Walaupun sebenarnya masih butuh beberapa barang lagi. Yah, mengingat penjaganya, saya langsung bad mood duluan.

Karena ga’ dapet barang yang diincar, maka kami langung saja menaiki SBBHYAB dengan gagah berani menelusuri jalanan kota...

[bersambung…]

2 komentar:

Pangapora mengatakan...

AaaAAaa.... Bebeknya da' ena' dimaem ya??? Nuhaiz pandayYyy.... Hihihi.... Pagus tulisannya... Semoga kamu mulya selalu ya juga'....

Apokpak mengatakan...

da' ina' da' kaRNa bukan bebe' sinjay ataw bebe' goreng... hihihi